Ilustrasi

Hijrah Ma'any & Makany

Hadirin sidang jum’ah rohimakumulloh

Dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya (hijrah ma’ani). Hijrah ini hukumnya fardlu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu.

Kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam (hijrah makani). Diantara kedua macam hijrah ini, hijrah dengan hati kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah yang paling pokok.

Alloh berfirman :

Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Alloh. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Alloh untukmu.

Inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosululloh SAW bersabda :

“Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.”

Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari kecintaan kepada selain Alloh menuju kecintaan kepada Alloh, dari peribadahan kepada selain Alloh menuju peribadahan kepada Alloh, dari takut kepada selain Alloh menuju takut kepada Alloh. Dari berharap kepada selain Alloh menuju berharap kepada Alloh. Dari tawakkal kepada selain Alloh menuju tawakkal kepada Alloh. Dari berdo’a kepada selain Alloh menuju berdo’a kepada Alloh. Dari tunduk kepada selain Alloh menuju tunduk kepada Alloh.

Inilah makna Alloh, “Maka segeralah kembali pada Alloh.” Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Laa ilaha illalloh.

Alloh berfirman :

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tak beriman hingga mereka menjadikanmu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Hadirin, Hijrah ini sangat berat. Orang yang menitinya dianggap orang asing di antara manusia, sendirian walaupun tetangganya banyak. Dia meninggalkan seluruh pendapat manusia dan menjadikan Rosululloh sebagai hakim dari segala perkara yang diperselisihkan dalam seluruh perkara agama. Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Muhammadur Rosululloh.

Pilihan Alloh dan Rosul-Nya itulah satu-satunya pilihan.

Alloh berfirman :

Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Hadirin, dengan demikian, seorang muslim yang menginginkan kecintaan Alloh dan Rosul-Nya tidak ragu-ragu bahkan merasa mantap meninggalkan segala perkara yang melalaikan dirinya dari mengingat Alloh, dia rela meninggalkan pendapat kebanyakan manusia yang memperselisihkan ketetapan Alloh dan Rosul-Nya walaupun harus dikucilkan manusia.

Seorang ulama salaf berkata, “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan janganlah sedih karena sedikit pengikutnya. Dan jauhilah jalan-jalan kesesatan, dan janganlah gentar karena banyaknya orang-orang binasa (yang mengikuti mereka)."

Hadirin, dari bahasan yang telah disampaikan, dengan menghijrahkan jasad dan bathin kita, semoga dalam keseharian kita, Alloh senantiasa membimbing kita dalam mempertahankan kalimah Laa ilaaha Illalloh, Muhammadur Rosululloh.

© Pesantren Miftahul Huda 2015. All Rights Reserved.
Manonjaya - Kab. Tasikmalaya