Para santri sedang mengikuti pembukaan Diklat Ushuluddin 1435  H/2014 M.

Pembukaan Diklat Ushuluddin tahun 1435 H./2014 M.

Miftahul Huda – Jum'at (13/06) seusai sholat berjama'ah Isya, seluruh santri putra dan putri Pesantren Miftahul Huda mulai dari tingkat ibtida hingga tingkat khodimul ma'had memadati Masjid Pesantren Miftahul Huda. Ribuan santri berkumpul untuk mengikuti acara pembukaan Diklat Ushuluddin/Diklat Romadlon 1435 H/2014 M.

Diklat Ushuluddin ini sudah menjadi agenda pesantren Miftahul Huda yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya, dan dilaksanakan setelah pelaksanaan ujian semester genap, rihlah tasyakur, dan Nishfu Sya'ban. Pada acara pembukaan ini merupakan tanda dimulainya kegiatan Diklat Ushuluddin yang akan berlangsung secara optimal dari mulai tanggal 16 Sya'ban hingga 20 Romadlon yang akan datang.

Mengawali sambutan, disampaikan oleh Almukarrom KH. Nurkholis Ahyad atas nama ketua Diklat Ushuluddin 1435 H./2014 M, sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan diklat ushuluddin 1435 H/2014 M. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada para mufassirin (santri peserta diklat-red) dan selamat berjuang dalam menimba ilmu di pesantren Miftahul Huda. Juga kepada para santri Miftahul Huda, beliau mengharapkan agar bisa mengikuti seluruh kegiatan pengajian yang telah dijadwalkan pada kegiatan diklat ini.

"Materi-materi pelajaran yang dikaji selama kegiatan diklat ini setara dengan materi-materi pelajaran yang dikaji selama satu tahun kurikulum pesantren Miftahul Huda, untuk itu manfaatkan sebaik mungkin dengan mengikuti materi pelajaran yang telah ditentukan, khususnya bagi santri (mukimin) Miftahul Huda", kata beliau.

Sambutan berikutnya disampaikan taushiyah Pimpinan Umum pondok pesantren Miftahul Huda Almukarrom KH. Asep A. Maoshul Affandy.

Kepada para santri yang hadir beliau menyampaikan taushiyah berisi motivasi yang menggugah semangat dalam menimba ilmu hingga dapat bermanfaat terlebih bagi umat dalam mengarungi kehidupan di dunia untuk menjadi bekal di kehidupan akhirat. "Target Miftahul Huda bukan sebatas sebuah lembaga pendidikan, melainkan harus berupaya mewujudkan sebuah kedaulatan umat. Karena tidak akan terbentuk sebuah baldah thoyibah (negara yang baik-red) tanpa didasari dari syakhshiyyah thoyibah (pribadi yang baik-red)", kata beliau.

Materi unggulan dari diklat ushuluddin ini adalah kajian Aqidah Islamiyyah yang akan disampaikan oleh Dewan Kiai pesantren Miftahul Huda dan secara khusus dilaksanakan bertempat di masjid Miftahul Huda. Kegiatan diklat ini tidak hanya diperuntukkan bagi santri mufassirin, melainkan santri mukimin –santri Miftahul Huda- pun wajib mengikutinya.

Sampai berita ini dturunkan, dari informasi yang didapat, jumlah santri mufassirin yang telah mendaftar sejak dibuka pendaftaran 4 hari yang lalu berjumlah 37 orang, dengan komposisi asal daerah antara lain : Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Bogor, Purwakarta, Subang, dan provinsi Lampung. "Biasanya para pendaftar akan terus berdatangan sampai menjelang awal bulan suci Romadlon", kata ketua pelaksana dari BPH-MH, Fuad Abdul Wahab. (fhb/BPH-Media).


Cetak   E-mail