MC memandu acara Malam Final Gebyar Tahfidz se-Miftahul Huda tahun 2015

Motivasi Minat Tahfidz Santri, BPMH-PDK Gelar Gebyar Tahfidz 2015

miftahul-huda.com - Badan Pelaksana Miftahul Huda bagian Pendidikan (BPMH PDK) menyelenggarakan acara Gebyar Tahfidz di lapangan Miftahul Huda pada Selasa malam (12/5).

Dibuka secara resmi oleh ketua pelaksana, KH. Ahmad Sya’ban (Murobby tingkat Tsanawi), pada sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi program tahfidz para santri Miftahul Huda serta sebagai bentuk motivasi untuk seluruh santri Miftahul Huda.

“Acara ini merupakan babak final tahfidz Se-Miftahul Huda sebagai bentuk evaluasi serta diharapkan bisa menjadi motivasi bagi santri yang lain dalam menalar materi kitab yang ditentukan di masing-masing tingkatan kelas”, jelasnya.

Bertindak sebagai dewan penguji sekaligus juri diantaranya : KH. Ahmad Sya’ban, Kiai Dodo Aliyul Murtadlo, Kiai Iin Taqiyyudin, KH. Ece Zainuddin, Kiai muda H. Dzikri A. Latif, Ust. Nurzaman dan Ust. Ugan Abdul Gani.

Tepat pukul 21.00 WIB, para finalis memasuki arena lapangan Miftahul Huda dengan pengawalan Ressant diiringi lantunan Sholawat Badar. Sebanyak 116 orang peserta (putra dan putri) terdiri dari 6 orang finalis dari setiap kategori yang dilombakan. Para finalis ini lolos ke babak gebyar tahfidz setelah sebelumnya mengalahkan rekan satu tingkatannya pada babak kualifikasi tahfidz saat kegiatan cerdas cermat.

Kategori yang dilombakan diambil berdasarkan fan kitab sesuai pelajaran tiap tingkatan, yaitu :
• Kelas 1 tingkat ibtida : Matan Istighosah, Syahadatain dan Ashmaul Husna.
• Kelas 2 tingkat Ibtida : Juz ‘Amma (Annas sampai Al-A’la), Matan Jurumiyyah dan Matan Imrithi.
• Kelas 3 tingkat Ibtida : Juz ‘Amma (Ath-Thoriq sampai Annaba), Hadits Arbain, Matan Yaqulu, Matan Shorof Kailani.

• Kelas 1 tingkat Tsanawi : Matan Alfiyah Ibnu Malik 1000 bait.
• Kelas 2 tingkat Tsanawi : Matan Jauhar Tauhid, Matan Rohbiyyah dan Manthiq.
• Kelas 3 tingkat Tsanawi : Khoridatul Bahiyah, Matan Jauhar Maknun dan Waroqot.

• Kelas 1 tingkat Ma’hadul Aly : Ghoyatul Wushul.
• Kelas 2 tingkat Ma’hadul Aly : Jam’ul Jawami’ jilid pertama.
• Kelas 3 tingkat Ma’hadul Aly : Jam’ul Jawami jilid kedua.

Adapun kriteria penilaian yang dijadikan acuan ialah :
1. Kecepatan dalam merespon setiap pertanyaan.
2. Ketepatan dalam menjawab setiap pertanyaan.
3. Kefashihan dalam melafalkan materi talaran (khususnya Juz ‘Amma).
4. Kelancaran selama menjawab setiap pertanyaan.

Tak jarang terdengar riuh tepuk tangan penonton sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga karena perwakilan kelas ataupun asrama mereka bisa tampil baik pada ajang bergengsi ini. Dari keseluruhan peserta ternyata waktu tak mencukupi untuk selesai pada malam tersebut. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dewan penguji, satu per satu peserta mulai tereliminasi hingga lahirlah satu orang juara dari masing-masing kategori. Tak terasa jam telah menunjukkan lewat pukul 00.00 WIB, acara pun dilanjutkan keesokan harinya.

Pukul 09.00 WIB, Rabu pagi (13/5), acara pun dilanjutkan. Adalah salah seorang peserta putri yang menarik perhatian penonton dan dewan penguji, Nawal Nabila Nazla atau lebih akrab disapa Teh Bila -putri pasangan KH. Didi Abdul Hadi dan Hj. Nenden Mardiyah- berhasil memberikan penampilan tahfidz yang baik dari kategori fan Manthiq. Berbagai bentuk pertanyaan seputar bait Manthiq dilontarkan, bisa terjawab dengan baik. Namun keberuntungan belum memihak pada teh Bila, karena pada pertanyaan menalar dari akhir ke awal (dijungkir-red) secara bergantian dengan lawan terakhirnya, terdapat satu bait yang kurang tepat sehingga Teh bila harus berada diposisi juara 2 kategori Manthiq.

Kegiatan akhirnya selesai pukul 14.00 WIB, sehingga lahirlah para jawara tahfidz Miftahul Huda dari tiap tingkatan kelas. Berikut nama-nama jawara Tahfidz Miftahul Huda tahun 2015, bisa dilihat disini.

Dari seluruh juara pada setiap katagori ini akan mewakili Miftahul Huda untuk mengikuti Lomba Gebyar Tahfidz se-Jawa Barat yang insya Alloh akan dilaksanakan di Pesantren Miftahul Huda. Sedangkan tingkat 2 Ma’hadul Aly dan 3 Ma’hadul Aly dalam katagori Jam’ul Jawami’ tak ada yang menjadi juara, sebab peserta dianggap gugur saat menjawab pertanyaan dewan penguji. Sehingga tak ada delegasi kelas 2 dan 3 Ma'hadul Aly untuk mengikuti Gebyar Tahfid Jam’ul Jawami’ se-Jawa Barat.

Menurut ketua pelaksana teknis dari Pendidikan Pusat, Ust. Aap Saeful Milah mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengasah kemampuan menalar para santri, karena dari hafalan talaran tersebut menunjang pada pemahaman materi pelajaran. “Jika seorang santri hafal matan jurumiyah misalnya, maka dia akan mudah dalam memahami maksud materi kitab jurumiyah tersebut, begitupun halnya dengan kitab lain”. Lanjut Aap, dari kegiatan ini diharapkan menjadi sugesti dan motivasi bagi seluruh santri untuk lebih rajin menalar, karena pada kegiatan ini disediakan berbagai hadiah menarik bagi para juara.

(Ramdhani/miftahul-huda.com)


Cetak   E-mail